Tempat Bersantai Di Pangkal-Pinang Menjadi Pilihan Para Gen Z

 1. D.lab Coffee and Eatery

                      foto by : Ardhina Trisila Sakti 

Sejak pertama kali dibuka pada 20 Februari 2022, D.Lab Coffee and Eatery yang beralamat di Jln. Baru No.86 Pangkalpinang terus mencuri perhatian sebagai salah satu coffee shop dengan konsep Coffee and Eatery pertama di Pangkalpinang, tempat di mana kamu bisa ngopi sekaligus makan enak.

Menggabungkan menu lezat, kopi specialty dengan suasana nyaman, D.Lab kini jadi destinasi kuliner wajib bagi warga Pangkalpinang hingga wisatawan dari luar kota. Apalagi, lokasinya cukup strategis dan tak jauh dari berbagai tempat wisata ikonik di Pangkalpinang, seperti Masjid Kubah Timah, Alun-Alun Taman Merdeka, dan Museum Timah, Taman Dealova dan Pantai Pasir Padi menjadikannya D.Lab Coffee and Eatery spot ideal untuk bersantai setelah jalan-jalan atau mengisi tenaga sebelum menjelajahi kota

Kini, D.Lab dikenal bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena suasananya yang mendukung momen kebersamaan. Banyak yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi kumpul favorit dari hangout bareng teman, makan keluarga, arisan, perayan ulang tahun hingga diskusi tim kantor yang santai namun tetap fokus.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul D.Lab Coffee & Eatery, Tempat Makan & Kopi Speciality, Kuliner Wisata di Pangkalpinang!, https://bangka.tribunnews.com/2025/08/13/dlab-coffee-eatery-tempat-makan-kopi-speciality-kuliner-wisata-di-pangkalpinang.

Parkiran depan yang kerap penuh kendaraan mencerminkan tingginya antusiasme pengunjung. Bukan hanya soal rasa, tapi juga soal tempat yang menghadirkan kenyamanan total yang selalu bikin kamu balik lagi.

Dengan menu andalan seperti Kwetiau ayam, Nasi goreng D.Lab, Tomyum Seafood, , Iga Bakar, Steak, Kopi Susu Next Level serta Americano yang jadi incaran penikmat kopi sejati.

Menariknya, D.Lab tak hanya cocok untuk nongkrong, tapi juga sangat ramah keluarga. Ruang Indoor menghadirkan kenyamanan maksimal dengan AC paling dingin se-Pangkalpinang, bebas asap rokok, dan cocok untuk Kamu atau keluarga yang membawa anak kecil dan orang tua. Untuk kebutuhan kerja atau diskusi penting, tersedia juga ruangan meeting privat yang tenang dan eksklusif.

Tak kalah menarik, area outdoor dan backspace kerap dipilih pengunjung untuk Work From Cafe (WFC) karena suasananya yang nyaman, mendukung produktivitas, dan tersedia area khusus merokok.



2. Warkop Kosera Jembatan 12 Pangkal-Pinang


     Foto by Adi Saputra

Warung Kopi (warkop) Kosera atau Kopi Senja Mandara menjadi salah satu tempat tongkrongan bagi semua kalangan, di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Lokasinya pun sangat strategis dan memiliki sensasi tersendiri bagi para pengunjung yang datang ke warkop, pasalnya lokasi warkop Kosera berada di pinggir kolong retensi Jembatan 12 Kota Pangkalpinang.

Dimana pengunjung bisa menikmati sensasi sunset di sore hari hingga menikmati pemandangan kolong retensi, sembari menikmati berbagai menu makanan di warkop Kosera yang relatif terjangkau bagi semua kalangan.

Apalagi menu-menu makanan dan minuman relatif terjangkau bagi semua kalangan, namun ketika berada di warkop Kosera pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar.

Sehingga membuat pengunjung merasa nyaman saat berada dan bersantai di warkop Kosera, sembari menghilangkan penat atau setelah melakukan aktifitas sehari-hari.

"Alhamdulillah pengunjung yang datang kesini (warkop Kosera) sangat merasa nyaman, ada yang bilang suasana seperti bintang lima tapi harga kaki lima," ungkap Joni, pemilik warkop Kosera kepada Bangkapos.com, Jumat (16/8/2024).




Menurutnya, tidak ada menu spesial karena semua sama dan harga menu makanan maupun minuman relatif terjangkau dan memberikan kepuasan bagi pengunjung untuk datang kesini sembari bersantai dan menikmati suasana.

"Kita ada nasi jadul dan mie nyemek yang memang sering dipesan pengunjung untuk makanan, kalau minuman itu pasti kopi menjadi pilihan pengunjung karena pengunjung rata-rata pesannya kopi. Masalah harga kita standarlah, tidak mahal tapi bisa membuat pengunjung ingin kembali lagi kesini," ujarnya.

Dirinya pun mengaku, usaha yang baru saja ia rintis dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya dapat membuka peluang atau lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

"Ada kawan-kawan di sini yang bantu membuat minum, makanan, melayani pembeli dan kadang saya bersama istri ikut turun tangan karena saya senang dengan apa yang saat ini saya jalani walaupun baru satu bulan," ucap Joni.

"Berharap usaha ini bisa bertahan dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung, kepuasan dan kenyamanan pengunjung bagi kami paling utama," harapnya.

Sedangkan daftar menu makanan :
- Nasi goreng jadul
- Pempek kampung
- Bakwan kampung
- Mie nyemek
- Roti
- Pisang
- Kentang
- Indomie 
- Singkong

Minuman : 
- Kopi hitam
- Kopi susu
- Kopi gula aren
- Wedang uwuh
- Wedang sereh jahe lemon
- Teh tarik
- Jus
- Longan ice tea
- Lychee ice tea
- Orange squash
- Jeruk 
- Cokelat
- Taro


Sumber dari Bangka.TribunsNews



3.Jembatan emas Pangkal-Pinang

    Foto Fy Bangkatribuns

Jembatan EMAS atau Jembatan Baturusa 2 adalah salah satu jembatan di perbatasan antara Kabupaten Bangka dengan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung yang menghubungkan antara Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dan Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Jembatan EMAS ini melintas muara Sungai Baturusa yang bertemu dengan Selat Karimata yang dialuri kapal laut yang hendak sandar di Pelabuhan Pangkal Balam.

Penamaan
Jembatan EMAS dinamakan demikian mengambil nama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2007-2013 yaitu Eko Maulana Ali Suroso yang disingkat EMAS.

Pembangunan Jembatan ini dimulai pada masa pemerintahan Eko Maulana Ali di tahun 2009. Ketika baru menjabat satu tahun di masa kepemimpinannya yang kedua pada tahun 2013, Eko Maulana Ali meninggal dunia. Penamaan jembatan ini dilakukan untuk menghormati dan mengenang beliau.

Lokasi
Lokasi Jembatan EMAS ini adalah tepat diatas aliran Muara Sungai Baturusa yang bertemu dengan Laut Tiongkok Selatan, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Bangka dengan Kota Pangkal Pinang.

Jembatan ini menjadi alternatif jalan baru yang menghubungkan antara Kota Pangkal Pinang dan Bandara Depati Amir dengan wilayah Sungai Liat (ibukota Kabupaten Bangka) melalui jalan lintas timur.[4]



Sejarah

Pembangunan jembatan EMAS ini diinisiasi pada masa pemerintahan Gubernur Eko Maulana Ali dengan melibatkan konsultan perencana asal Inggris, pembangunannya kemudian dimulai pada tahun 2009.[5]

Pembangunan jembatan ini ditaksir menghabiskan dana mencapai kurang lebih 400 miliar yang berasal dari APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penyelesaiannya sempat terhambat oleh lamanya perizinan pemindahan alur kapal dari Kementerian Perhubungan.

Pembangunan jembatan ini rampung pada tahun 2017, dan kemudian diresmikan pada 29 Desember 2017 oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.

Pariwisata
Selesainya pembangunan jembatan EMAS, membuat lokasi ini menjadi ikon landmark baru wilayah Pangkalpinang dan Bangka Belitung. Hal ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati keindahan jembatan dari atas ataupun dari pesisir sekitarnya.[11]

Dari atas jembatan, wisatawan dapat menikmati panorama pesisir Laut Tiongkok Selatan, Pantai Kuala, Pelabuhan Pangkal Balam, PLTU Air Anyir dan TPI Ketapang.[12]

    Foto By Karya : Raditya




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babel Estetik: Menelusuri Tempat Healing Trend dan Surga bangka di 2026

Destinasi Alam bangka Yang Populer Di Masa Sekarang

Meretapi Keindahan Pantai Bangka-Belitung 2026